AtLeT PuTrA DuNiA

Dari kelompok Putra penghargaan pertama jatuh kepada pebulutangkis tunggal putra China, Lin Dan. Prestasi fenomenal yang dibuat Lin Dan tahun ini dengan menjadi Juara dunia, 5 gelar juara Super series dan 1 gelar grand Prix. Peringkat kedua jatuh ke Pemain China lainnya Zheng Bo yang tampil di nomor ganda campuran berhasil meraih gelar 7 gelar juara. Pencapaian Zheng Bo memang sama banyaknya dengan Lin Dan tetapi Lin Dan menjadi nomor wahid karena statusnya sebagai juara dunia. Tempat ketiga terpilih salah satu dari pasangan ganda putra Malaysia Koo Kean Keat / Tan Boon Heong yang merupakan pasangan ganda putra peraih gelar tebanyak tahun ini dengan 4 gelar Superseries dan dua gelar juara Grand Prix Gold. Mereka juga berada di peringkat satu dunia ganda putra di penghujung tahun 2007 ini.

Pertanyaannya siapa yang berhak ditempatkan pada peringkat ketiga karena mereka membuat prestasi bersama-sama? Penulis memutuskan Koo Kean Keat yang berhak lebih unggul dari rekannya, karena Koo Kean Keat mempunyai prestasi tambahan di nomor ganda campuran. Berpasangan dengan pemain putri Wong Pty Ty, Koo berhasil masuk babak 8 besar ganda campuran Super Series Korea Terbuka sebelum akhirnya Koo berkonsentrasi penuh di nomor ganda putra. Selain tampil di Korea, Koo / Wong sempat diundang untuk tampil di turnamen Uji Coba Olimpiade di Beijing China. Sebenarnya pasangan Indonesia Markis Kidho / Hendra Setiawan layak dilirik sebagai 3 besar dengan prestasi nya sebagai Juara Dunia. Sayangnya Pencapaian Kidho / Hendra kurang sempurna karena mereka belum sekalipun bisa menundukkan pasangan terbaik Malaysia itu dalam berbagai turnamen.

Khusus pemain putra Indonesia, ada tiga pemain yang paling menonjol sepanjang tahun ini yaitu Nova Widianto, Markis Kidho dan Hendra Setiawan. Mereka mengumpulkan gelar juara juara turnamen resmi WBF sama banyaknya yaitu sama-sama menjadi juara dunia, 2 gelar superseries dan 1 gelar juara Grand Prix. Satu-satunya keunggulan Markis dan Hendra dari Nova adalah pada turnamen level Sea Games yang lalu dimana Markis / Hendra meraih emas sedangkan Nova meraih perunggu di nomor ganda campuran. Markis / Hendra juga berperan mengantarkan Indonesia dalam meraih medali medali emas nomor beregu dalam event tersebut. Dengan pertimbangan tersebut maka Nova cukup ditempatkan di posisi ketiga.

Pertanyaannya siapa yang berhak menjadi pemain terbaik putra terbaik Indonesia antara Markis Kidho dan Hendra Setiawan. Prestasi mereka tidak dapat dipisahkan satu sama lain sehingga keduanya layak menempati nomor wahid. Kalaupun akhirnya terpaksa memilih salah satu dari keduanya maka penulis lebih memilih Markis Kidho menempati nomor satu. Satu-satu keunggulan Markis dari pasangannya adalah Markis lebih banyak dimainkan pada Piala Sudirman lalu. Berpasangan dengan seniornya Chandra Wijaya, Markis menjadi penyumbang point yang mengantarkan tim Sudirman Indonesia ke babak Final.

Tingkat Dunia:
Terbaik Putra
1. Lin Dan, China (Juara Dunia, 5 Superseries, 1 Grand Prix)
2. Zheng Bo, China (6 Gelar Superseries, 1 Grand Prix)
3. Koo Kean Keat, Malaysia (4 Gelar Superseries, 2 Grand Prix Gold)

Tingkat Nasional :
Terbaik Putra :
1. Markis Kidho (Juara Dunia, 2 Superseries, 1 GP Gold, 2 emas SEAG)
2. Hendra Setiawan (Juara Dunia, 2 Superseries, 1 GP Gold, 2 emas SEAG)
3. Nova Widianto (Juara Dunia, 2 Superseries, 1 GP Gold)

Non Pelatnas
Putra Terbaik :
1. Yonathan Suryatama (1 gelar GP Gold, 1 Challanger, 1 Satelitte)
2. Rian Sukmawan (1 gelar GP Gold, 1 Challanger)
3. Andre Kurniawan (1 Grand Prix)

 

4 Comments

  1. taufik so sweetttttttttttt

  2. merdeka bulutangkis

  3. lin dan xerah ja dari taufik

  4. alven yulianto cakep buanget


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment